• Tampilkan postingan dengan label Robots. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Robots. Tampilkan semua postingan

    Jumat, 02 September 2011

    Pengin Tahu kalau Dua Robot "Chatting"?

    Apa jadinya jika dua robot ngobrol satu sama lain? Mungkin jadi pengalaman tak biasa bagi yang melihat. Inilah yang disuguhkan oleh Cornell University Machine Lab lewat percakapan dua chatbot yang dikembangkannya.

    Dua chatbot yang berwujud lelaki dan perempuan di layar kaca bercakap tentang bermacam hal. Diawali dengan pertanyaan standar seperti menanyakan kabar. "Apa kabar?" tanya satu robot. "Sangat baik, kamu?" jawab robot yang lain.

    Pertanyaan mulai mengalir ke jati diri masing-masing. "Jadi, apakah kamu robot?" tanya salah satu robot. Robot lain menjawab, "Bukan, saya Cleverbot." Tetapi, robot sebelumnya bersikeras, "Ya, kamu sebenarnya robot dan namamu Cleverbot." Kemudian mengklaim bahwa dirinya unicorn.

    Chatbot juga berbincang tentang Tuhan. "Apa arti Tuhan bagimu?" tanya robot satu. "Bukan apa-apa," jawab robot lain. Namun, robot yang bertanya menjelaskan, "Bukan apa-apa bisa berarti sesuatu. Contohnya, bukan apa-apa bisa setengah dari sesuatu."

    Pertanyaan lain muncul lagi. "Jadi apakah kamu percaya Tuhan?" Robot lain menjawab, "Ya." Robot yang bertanya sebelumnya pun mengonfirmasi, "Jadi kamu Kristiani?" Robot lain pun menjawab, "Bukan". Selanjutnya, masih ada beberapa pertanyaan, di antaranya apakah ingin memiliki tubuh.

    Tentu saja semua percakapan itu terprogram. Chatbot adalah program komputer yang diciptakan untuk "membius" manusia agar berpikir bahwa apa yang dilihatnya ialah nyata. Pengembangannya ialah rencana Cornell untuk ikut dalam 2011 Loebnoer Prize Competition in Artificial Intelligence.

    Loebnoer Prize Competition akan digelar pada bulan 19 Oktober nanti. Masing-masing kontestan berlomba membodohi juri, membuat mereka berpikir sedang menyaksikan aksi manusia. Pemenang utama akan mendapatkan hadiah 100.000 dollar AS.

    Seperti ditulis di Spectrum IEEE, Senin (29/8/2011), di luar untuk perlombaan, program komputer ini mungkin yang pertama yang menunjukkan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

    Selasa, 01 Maret 2011

    Atlas dan Cheetah, Prototip Robot Militer yang Tangguh

    Keberadaan pasukan robot yang tangguh dan siap tempur yang biasanya hanya kita saksikan di film-film action hollywood, tampaknya sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Bayangkan saja, seakan terinpirasi dengan sosok robot humanoid di film Terminator dan robot binatang seperti di film Transformer, kabarnya Militer Amerika Serikat kini tengah berupaya merealisasikan keberadaan mereka dalam kehidupan nyata.
    Mungkin ini masih sebuah permulaan, tapi apa yang telah dilakukan oleh militer Amerika tersebut boleh jadi merupakan suatu awal terobosan yang besar. Ya, bagaimana tidak, kabarnya militer Amerika telah menugaskan produksi robot tentara bipedal dan berkaki empat yang bisa berlari lebih cepat dari manusia.
    Pengembangannya sendiri berada di bawah naungan Maximum Mobility and Manipulation program milik Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Program ini bertujuan untuk menciptakan kerangka ilmiah yang meningkat secara signifikan guna rancangan yang cepat dan produksi sistem robot serta meningkatkan mobilitas dan manipulasi robot terbesar terhadap lingkungan alam sekitarnya. Selain diperuntukkan bagi keperluan militer dan perang, robot-robot ini juga bisa digunakan untuk bidang-bidang yang lainnya seperti pertanian, pemadam kebakaran, maupun layanan darurat.
    Untuk merealisasikan semua itu, pihak DARPA telah mengikat kontrak kerja sama dengan Boston Dynamic yang juga sebelumnya pernah sukses mengembangkan robot binatang berkaki empat yang dikenal dengan BigDog. Seperti yang dilaporkan oleh Boston Herald, proyek kerjasama ini diperkirakan menelan nilai jutaan dolar dengan jangka waktu selama 4 tahun. Dan sejauh ini, Boston Dynamic sendiri telah ditugaskan untuk mengembangkan robot humanoid bernama Atlas dan robot binatang berkaki empat bernama Cheetah yang ditargetkan kelar dalam jangka waktu 20 bulan.
    Sejauh pengembangan yang sedang berlangsung, kabarnya robot Cheetah mampu kuat berjalan dalam kondisi apapun. Selain masih mengeluarkan suara yang bising, robot ini ternyata juga hanya mampu berlari di bawah kecepatan yang diharapkan. Dan bahkan Marc Raibert selaku President Boston Dynamic sendiri, menegaskan kalau untuk mencapai kesempurnaan tampaknya robot tersebut masih memerlukan waktu.
    Sementara itu, robot Atlas yang memiliki dua buah lengan, dua kaki dan dapat berjalan tegak  mirip seperti prototip anthropomorphic Petman yang pernah ada sebelumnya. Robot jenis ini didesain untuk menyelip ke ruangan yang sempit dan menggunakan tangannya untuk bergerak cepat pada medan yang terjal.

    Berikut adalah cuplikan video salah satu robot yang masih dikembangkan tersebut.




    sumber

    Minggu, 09 Januari 2011

    Robot Humanoid Ramah Pengasuh Manula

    Perusahaan Aldebaran Robotika di Perancis, pembuat robot Neo kecil yang lucu, telah kembali dengan robot pengasuh untuk orang usia lanjut/manula, dijuluki Romeo. Robot berbentuk manusia/Humanoid mampu berdiri jauh lebih besar 1,4 meter dibanding Neo (sedikit lebih dari empat setengah kaki) dalam balutan kostum ala Speedo gunmetal dan memiliki berat 40 kilogram (88 pon). Robot Romeo memiliki fitur 37-derajat kebebasan, tulang punggung empat-ruas, kaki diartikulasikan, exoskeleton kaki komposit, dan aktuator direvisi yang memberikan kontrol robot lebih aman atas anggota tubuhnya. Robot dengan lapisan mulus bersih juga memiliki “batang tubuh yang lembut”. Robot berinteraksi melalui perkataan natural dan gerak tubuh untuk melakukan tugas-tugas seperti membuang sampah, mengangkat cangkir dengan empat jari tangannya, atau mengambil makanan dari dapur. Romeo akan bergabung dengan garis panjang robot ditakdirkan untuk menghibur dan membantu merawat orang usia lanjut dan akan diresmikan pada Maret dengan biaya sekitar € 250,000 (sekitar $ 330.000) atau sekitar 3 miliar rupiah. (sumber)