• Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

    Jumat, 02 September 2011

    Ciptakan Hujan dengan Sinar Laser

    Laser ternyata berpotensi digunakan untuk menciptakan hujan. Hal ini diungkapkan oleh Jerome Kasparian, fisikawan dari University of Geneva. Dengan hasil penelitian ini, daerah kering bisa berharap hujan lebih dan ilmuwan pun mendapat teknik baru membuat hujan yang lebih efektif dari teknik modifikasi iklim.

    Dalam penelitiannya, Kasparian menggunakan laser untuk mengontrol kelembaban. Ilmuwan menemukan bahwa laser bisa memicu tumbuhnya tetesan air hujan pada kelembaban lebih rendah, sekitar 70 persen. "Pada kelembaban tersebut, kondensasi tidak terjadi dalam kodisi natural, di mana dibutuhkan kelembaban 100 persen," kata Kasparian.

    Rahasia kerja laser adalah pada kemampuan sinarnya membentuk senyawa asam nitrat di udara. Asam nitrat bisa menjadi "biji" awan, memilih untuk berasosiasi dengan air, bertindak seperti lem sehingga membentuk kumpulan air dalam kondisi yang relatif kering, di mana air mengalami evaporasi.

    Untuk bisa diaplikasikan sebagai pencipta hujan, masih perlu beberapa pengembangan. Kasparian mengakui bahwa laser memang bisa menumbuhkan partikel berair. "Namun, saat ini ukurannya terbatas, hanya beberapa mikron. Butuh 10 sampai 100 kali lebih besar untuk memproduksi hujan yang sebenarnya," kata Kasparian.

    Asalkan syarat tersebut bisa dipenuhi, penciptaan hujan dengan laser tak akan terlampau sulit. Tak perlu juga sistem laser udara. "Tipe laser yang digunakan selama ini bisa mencapai jarak kerja beberapa kilometer, jadi atmosfer bisa diaktifkan dengan ground based laser," kata Kasparian seperti dikutip Foxnews, Selasa (30/8/2011).

    Menurut Kasparian, kombinasi antara teknik laser dan teknik modifikasi cuaca seperti dengan perak iodidan dan dru ice tidak diperlukan. Langkah itu, menurutnya, justru akan kontraproduktif. Partikel akan berkompetisi untuk terkondensasi dan hasilnya tetesan air terlalu kecil, tak cukup untuk menjadi tetesan hujan.

    Satu masalah terkait kontrol cuaca seperti dengan laser adalah, akankah penciptaan kelembaban di satu tempat akan mencuri kelembaban di tempat lain. Menanggapi hal ini, Kasparian mengatakan, "Laser hanya memungkinkan kondensasi bagian kecil dari kelembaban di udara." Jadi, risikonya tak terlampau serius. Penemuan Kasparian ini dipublikasikan di Nature Communication, 30 Agustus 2011.

    Minggu, 28 Agustus 2011

    Kristal Langka Tak Terduga di Meteorit

    Peneliti Jepang menemukan kristal seperti opal di sebuah meteor jatuh di Kanada pada 2000. Temuan ini menjadi temuan kristal tak biasa pertama dari benda luar angkasa.

    Ilmuwan dari Tohoku University mengatakan, kristal ini terbentuk di awan debu yang dihasilkan matahari dan planet di tata surya ini pada 4,6 miliar tahun silam. Kristal tak biasa ini memiliki potensi penggunaan yang luar biasa.

    "Kristal Koloidal seperti opal yang terbentuk dari rangkaian partikel tua ini memiliki potensi luar biasa untuk digunakan dalam elektronik baru dan perangkat optik," ungkap peneliti Karsuo Tsukamoto seperti dikutip UPI.

    Formasi kristal di meteorit Tagish Lake ini memiliki beberapa kondisi signifikan hingga bisa terbentuk.

    "Pertama, jumlah solusi air harus pada meteorit untuk membubarkan partikel koloidal,” ujarnya.

    Solusi air harus ditaruh di ruang hampa kecil untuk tempat kristal terbentuk, lanjutnya.

    "Kondisi ini menyatakan, kristal tersebut terbentuk 4,6 miliar tahun silam,” tutupnya seperti dikutip UPI.

    Temuan ini diterbitkan di Journal of the American Chemical Society. [mor]

    Kamis, 25 Agustus 2011

    2013 Listrik di Seluruh Dunia Akan Mati?

    Seorang ilmuwan ternama dari Badan Samudera dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat Dr Kathryn Sullivan kemarin memperingatkan badai matahari bakal mencapat puncaknya dua tahun lagi.

    Ia menegaskan puncak badai matahri itu dapat merusak satelit komunikasi, sistem navigasi, jaringan telepon, dan peralatan transmisi listrik. Badai ini juga melepaskan partikel yang mampu merusak sirkuti computer secara sementara atau permanen.

    “Ini benar-benar bakal menjadi sebuah masalah ketika badai matahari itu menghantam planet kita,” kata Sullivan dalam Konferensi PBB mengenai iklim global di Jenewa, Swiss. Ia merupakan mantana astronot NASA (Badan Antariksa Nasional Amerika) yang pada 1989 menjadi perempuan pertama yang berjalan di ruang angkasa

    Peringatan serupa juga pernah disampaikan para ahli astronom Februari lalu. Menurut mereka, manusia bakal lebih rentan terhadap akibat puncak badai matahari pada 2013. Mereka meminta semua negara bersiap menghadapi musibah global semacam topan Katrina yang pernah melanda negara Abang Sam itu.

    Para ahli juga memperingatkan badai matahari mendatang dapat menyebabkan listrik di seluruh dunia mati selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Puncak badai matahari ini berlangsung saban 11-12 tahun. Terakhir berlangsung pada 2001, namun efeknya terhadap Bumi lemah.

    Badai besar matahri pada 1972 telah memutus jaringan telepon jarak jauh di Negara Bagian Illinois, Amerika. Peristiwa serupa pada 1989 mengakibatkan listrik mati di seantero Provinisi Quebec, Kanada.

    Selasa, 16 Agustus 2011

    5 Binatang Yang Susah Dibunuh

    1. Immortal Jellyfish
    Immortal berarti abadi..dan ubur2 satu ini emg abadi..alias ga bisa mati!

    Ubur2 ini lahir dan berkembang seperti biasa..namun hidup mereka tidak berakhir..mereka akan kembali ke bentuk polyp (bayi ubur2) dan hidupnya mulai lagi dari awal

    2. Lungfish
    Lungfish adalah salah satu spesies binatang air tertua

    Mereka bisa hidup walaupun tidak ada air atau udara selama 6 bulan. Mereka bisa hidup kembali setelah diberi sedikit air

    3. Tree Weta
    Tree weta adalah..binatang yg serem abisss

    Di darah mereka ada protein spesial yg membuat air tidak bisa dibekukan..berarti walaupun tree weta dibekukan, darah mereka masih bisa mengalir saat mereka bangun.
    Otak dan hati mereka juga tidak berfungsi saat mereka beku..namun mereka bisa kembali berfungsi saat cair..
    Jadi mereka bisa mati..lalu hidup lagi! Kayak zombie

    4. Water Bears
    Water bears adalah binatang air yg mikroskopik..

    Water bear sangat susah dibunuh..mereka bahkan tdk bs di bekukan;mereka bs tahan di kedinginan -273 celcius. Mereka juga bisa tahan bom nuklir..mereka bisa kembali ke bentuk kering dan saat di bentuk ini mereka kebal terhadap radiasi. Mereka juga kebal terhadap nitrogen cair dan asam mineral.
    Salah satunya cara membunuh water bear adalah mengirimnya ke luar angkasa.. dan walaupun begitu mereka masih bisa hidup 10 hari!

    5. East African Giant Snail
    East african giant snail mirip dgn sepupu2nya...namun bisa tumbuh sampai 8 inci

    Penghuni afrika timur sudah mencoba berbagai hal untuk membunuh binatang satu ini..pestisida, racun, ..bahkan flamethrower..tapi makhluk ini masih tidak bisa dibunuh

    Senin, 15 Agustus 2011

    Terungkap Misteri Semburan Air di Bulan Saturnus

    London – Bulan Saturnus, Enceladus, menyemburkan air di sekitar planet ‘ibunya’. Kini, ilmuwan berhasil memecahkan apa yang telah menjadi misteri selama 14 tahun itu.

    Teleskop laur angkasa milik Badan Luar Angkasa Eropa Herschel berhasil memecahkan misteri 14 tahun itu setelah mengidentifikasi sumber air di bagian atas Saturnus. Artinya, Enceladus merupakan satu-satunya bulan di tata surya yang terpengaruh komposisi kimia planet induknya.

    Bulan Saturnus ini menyemburkan 250 kg air tiap detik melalui koleksi jet dari kutub selatannya yang dikenal sebagai Tiger Stripes karena tanda nyata di permukaanya. Penelitian krusial ini mengungkap, air menciptakan uap berbentuk donat di sekeliling planet bercincin itu.

    Awalnya, ukuran besar uap ini luput dari pengamatan namun berkat rancangan khusus Herschel, gelombang inframerah yang ada pada teleskop itu mampu ‘menangkapnya’. Atmosfer Saturnus dikenal menyimpan jejak gas air dalam lapisannya yang lebih dalam seperti ditulis Dailymail.

    Air yang ada pertama dilaporkan pada 1997 oleh tim saat menggunakan Infrared Space Observatory ESA dan sumber air yang ada masih tak diketahui, setidaknya hingga kini. Namun, berkat model komputer, diketahui, sumber air berasal dari es yang jatuh ke Saturnus atau bulan Saturnus lainnya.

    "Tak ada analogi pada perilaku ini,” ujar Kepala peneliti Paul Hartogh dari Max Planck Institute for Solar System Research di Katlenburg-Lindau, Jerman. Bagian kecil yang jatuh ke planet ini cukup menjelaskan air yang ada di atmosfer atas. [mor]

    Selasa, 08 Maret 2011

    Ilmuwan NASA Temukan Bakteri Alien di Meteor

    Klaim tidak biasa itu diungkapkan Dr. Richard Hoover, astrobiologi di Marshall Space Flight Center, NASA, setelah 10 tahun mempelajari bakteri mungil di meteorit yang jatuh di berbagai kawasan di seluruh dunia.


    Hoover mengaku telah melakukan perjalanan ke Antartika, Siberia dan Alaska untuk mempelajari bentuk paling aneh di meteor, CT1 carbonaceous chondrites. Materi ini hanya sembilan buah di Bumi.

    Melihat lebih jauh lewat mikroskop, Hoover menemukan beberapa fosil bakteri di CT1 carbonaceous chondrites. Beberapa diantaranya mirip dengan bakteri di bumi namun yang lainnya tidak terjelaskan, seperti alien.

    Terbaru, Hoover menemukan sebuah meteorit yang berisi organisme dengan ukuran dan struktur yang sama dengan bakteri raksasa Titanospirillum velox, organisme yang ditemukan di atas Bumi. Hoover percaya bakteri itu telah menyebar lebih luas dari perkiraan.

    "Saya mengira bakteri baru itu merupakan indikasi kehidupan telah berkembang luas dari perkiraan sebelumnya. Dalam banyak kasus, bakteri itu bisa disejajarkan dengan beberapa spesies di Bumi,” kata Hoover kepada Fox News. Penemuan ini dipublikasikan di Journal of Cosmology. [inilah]

    Senin, 07 Maret 2011

    NASA Luncurkan Roket 'Perubahan Iklim'

    NASA telah meluncurkan sebuah roket bernama Taurus XL yang membawa satelit untuk mengobservasi perubahan iklim di Bumi.

    Pihak resmi Vandenberg Air Force mengatakan kalau roket Taurus XL yang membawa satelit Glory milik NASA telah diluncurkan pada waktu 2:09 pagi waktu setempat, dari pangkalannya. Demikian seperti yang dikutip dari 3 News, Sabtu (5/3/2011).

    Satelit Glory akan diluncurkan untuk misi selama tiga tahun untuk menganalisa bagaimana partikel terbang berdampak pada iklim di Bumi.

    Di samping untuk memonitor partikel di atmosfir, satelit tersebut juga akan melacak radiasi sinar matahari untuk meneliti seberapa besar efek sinarnya pada perubahan iklim di Bumi.

    Misi yang memakan dana sebesar USD424 juta diatur oleh Goddard Space Flight Center dari NASA di Maryland.(techno.okezone)

    Roket Pembawa Satelit NASA 'Terjun' ke Laut

    Misi NASA meluncurkan roket Taurus XL pembawa satelit untuk mengobservasi perubahan iklim di bumi gagal total. Hanya beberapa menit setelah diluncurkan, roket itu 'terjun bebas' ke Samudera Pasifik.


    Belum lama ini, NASA meluncurkan roket Taurus XL yang membawa satelit Glory, pukul 2:09 pagi setempat dari pangkalan Vandenberg Air Force di California. Satelit Glory akan diluncurkan untuk misi selama tiga tahun untuk menganalisa dampak partikel terbang terhadap iklim di bumi.

    Namun, misi yang memakan dana sebesar USD424 juta itu ternyata gagal total. Taurus XL hanya sempat meluncur selama beberapa menit sebelum jatuh ke laut. Ini merupakan kali kedua insiden memalukan tersebut terjadi, setelah jenis roket yang sama juga terjatuh, 2009 lalu.

    "Kejadian ini sangat memalukan. Mereka melewatkan sesuatu pada investigasi (atas insiden pertama) serta pekerjaan yang mereka lakukan setelah itu," cetus profesor Henry Lambright dari Syracuse University sebagaimana dikutip Yahoonews, Sabtu (5/3/2011).

    Misi yang dilangsungkan divisi lingkungan NASA kerap mengalami kegagalan belakangan ini. Para pengamat menilai, pemotongan budget yang dilakukan pemerintah terhadap agensi aeronautika dan luar angkasa itu menjadi salah satu penyebabnya.

    Kendati begitu, ketua Earth Science NASA, Michael Freilich, menegaskan, masalah yang dihadapi NASA tidaklah seburuk itu. "Kita tidak boleh melupakan fakta bahwa NASA kini tengah menerbangkan 13 misi riset, yang akan membawa kemajuan besar untuk ilmu bumi kita," ungkapnya.(techno.okezone)

    Sabtu, 26 Februari 2011

    Foto Terbaru Monster Loch Ness Berhasil Diabadikan

    Keberadaan monster Loch Ness di danau Windermere, Inggris masih misterius. Apakah sekadar mitos atau fakta? Namun beberapa waktu lalu seorang saksi mengungkapkan dia pernah milihat monster Loch Ness tersebut.


    Pernyataan itu kini diperkuat oleh satu saksi lagi. Tom Pickles, 24, mengklaim melihat Loch Ness dan mengambil foto binatang besar itu. Ketika itu Tom sedang berlatih kayak di danau bersama teman-teman kantornya di perusahaan Teknologi Informasi.

    Menurut Tom, Bownessie, panggilan Loch Ness dari masyarakat setempat, berukuran tiga mobil dan Tom sempat melihatnya selama 20 detik. Tak mau kehilanggan momen, Tom memotretnya menggunakan telepon genggam.

    Dalam foto itu terlihat Loch Ness memiliki tiga punduk yang muncul di permukaan. "Kulitnya seperti anjing laut, tapi bentuknya sangat aneh, aku belum pernah melihat binatang seperti itu," kata Tom.

    Seorang teman Tom, Sarah Harrington, 23, juga melihat Loch Ness. "Seperti ular, aku melihatnya hanya beberapa detik, dan aku pikir, ini saatnya segera keluar dari danau," kata Sarah. Penampakan Loch Ness ini dipercaya sebagai penampakan ke delapan dalam lima tahun terakhir.

    Foto terakhir Loch Ness yang diambil Tom cocok dengan foto yang dibuat oleh Steve Burnip. Dosen jurnalisme ini memotret Loch Ness pada 2006. "Aku senang akhirnya ada juga yang yang memotretnya, aku terkejut saat melihat tiga punduk di tubuhnya," kata Burnip.

    Seorang ahli fotografi, David Farnell mengatakan foto yang diambil Tom kemungkinan besar foto asli. Namun dia sulit membuktikan apakah itu sudah diolah atau belum karena ukurannya sangat kecil.

    Ahli lingkungan dari University of Lancester, Dr Ian Winfield tidak percaya foto yang diambil Tom adalah Loch Ness. Menurut Winfiedl, kemungkinan itu adalah ikan catfuish dari Eropa Timur dan orang mengira itu Loch Ness. Sebab, tidak ada ikan sebesar yang dideskripsikan hidup di Windermere. "Tiap bulan kamu melakukan survei dan tidak ada yang baru."

    Loch Ness sebenarnya adalah sebuah danau besar yang berada di Dataran Tinggi Skotlandia yang berlokasi 37 km sebelah barat-daya kota Inverness, Skotlandia. Kata Loch sendiri dalam bahasa Skotlandia berarti danau, jadi Loch Ness bisa diartikan sebagai Danau Ness. Danau Ness menjadi sangat terkenal di seantero dunia karena disebut-sebut sebagai habitatnya monster Nessie. (tempo)

    Sabtu, 19 Februari 2011

    10 Spesies Hewan yang Menakjubkan yang telah Punah

    Inilah sepuluh hewan yang menakjubkan yang telah punah. Diantaranya Burung Dodo, Caspian Tiger, Cava Lion, Tasmanian Tiger, Tyrannosaurus Rex, Quagga  dan lain - lain. Untuk informasi lebih detail lihat di bawah ini :



    10.Burung Dodo punah sejak abad-17

       
    Dodo (Raphus cucullatus) adalah burung terbang yang hidup di Pulau Mauritius. Terkait dengan merpati dan merpati, ini berdiri sekitar satu meter (tiga kaki), hidup pada buah dan bersarang di tanah. Dodo telah punah sejak abad ke-17 pertengahan-ke-akhir. 
    Hal ini biasanya digunakan sebagai pola dasar spesies punah karena kepunahan yang terjadi selama sejarah manusia tercatat, dan berkaitan secara langsung dengan aktivitas manusia. Frasa kata sifat "sebagai mati sebagai seorang dodo" berarti niscaya dan tidak diragukan lagi mati. Frase kata kerja "untuk pergi cara dodo" berarti untuk menjadi punah atau usang, untuk jatuh dari penggunaan umum atau praktek, atau menjadi sesuatu dari masa lalu.

    9.Cave Lion: Singa Terbersar di dunia(punah 2.000 tahun yang lalu)

       
    Singa gua, juga dikenal sebagai singa gua Eropa atau Eurasian, adalah subspesies punah singa diketahui dari fosil dan berbagai seni prasejarah. Subspesies ini adalah salah satu singa terbesar. Seorang laki-laki dewasa, yang ditemukan pada tahun 1985 dekat Siegsdorf (Jerman), memiliki tinggi bahu sekitar 1,2 m dan panjang 2,1 m tanpa ekor, yang tentang ukuran sama sebagai seekor singa modern yang sangat besar. Laki-laki ini bahkan melebihi oleh spesimen lain dari subspesies. Oleh karena itu kucing ini mungkin sudah sekitar 5-10% lebih besar daripada singa modern. Ini rupanya punah sekitar 10.000 tahun lalu, selama glaciation Wurm, meskipun ada beberapa indikasi itu mungkin sudah ada baru-baru ini sebagai 2.000 tahun yang lalu, di Balkan.

    8.The Great Auk (punah 2.000 tahun yang lalu)

    The Auk Agung adalah satu-satunya spesies dalam genus Pinguinus, Auks raksasa terbang dari Atlantik, untuk bertahan hidup sampai saat ini, tetapi punah hari ini. Hal ini juga dikenal 
    sebagai garefowl, atau penguin. 
     
    Berdiri sekitar 75 cm atau 30-34 inci tinggi dan berat sekitar 5 kg, Great Auk terbang adalah yang terbesar dari Auks. Itu bulu hitam putih dan glossy. Di masa lalu, Great Auk ditemukan dalam jumlah yang besar pada pulau-pulau luar Kanada timur, Greenland, Islandia, Norwegia, Irlandia dan Inggris, tetapi akhirnya diburu ke kepunahan. Tetap ditemukan di Floridan middens menunjukkan bahwa setidaknya kadang-kadang, burung diri yang jauh di selatan di musim dingin baru-baru ini seperti pada abad ke-14.


    7.Aurochs: jenis sapi yang sangat besar (punah sejak 1627)  
    Salah satu hewan paling terkenal di Eropa, aurochs atau urus (Bos primigenius) adalah jenis yang sangat besar ternak. Aurochs berkembang di India sekitar dua juta tahun yang lalu, bermigrasi ke Timur Tengah dan lebih lanjut ke Asia, dan mencapai Eropa sekitar 250.000 tahun yang lalu.
     
    Pada abad ke 13 Masehi, rentang aurochs 'dibatasi ke Polandia, Lithuania, Moldavia, Transylvania dan Prussia Timur. Hak untuk berburu binatang besar di tanah pun dibatasi untuk bangsawan dan secara bertahap kepada rumah tangga kerajaan. Sebagai penduduk aurochs menolak, berburu berhenti tetapi istana masih dibutuhkan gamekeepers untuk menyediakan bidang terbuka untuk aurochs untuk merumput masuk The gamekeepers dibebaskan dari pajak lokal dalam pertukaran untuk layanan mereka dan keputusan yang dibuat sebuah perburuan aurochs hukuman mati. Pada 1564, dalam gamekeepers tahu hanya 38 hewan, menurut survei kerajaan. The aurochs terakhir live yang direkam, perempuan, meninggal tahun 1627 di Hutan Jaktorów, Polandia. tengkorak itu kemudian diambil oleh Tentara Swedia dan sekarang menjadi milik Livrustkammaren di Stockholm.
    Pada 1920-an dua zookeepers Jerman, saudara Heinz dan Lutz Heck, mencoba untuk berkembang biak aurochs kembali menjadi ada (lihat penangkaran belakang) dari sapi dalam negeri yang keturunan mereka. Rencana mereka berdasarkan konsepsi bahwa spesies tidak punah selama semua gennya masih hadir dalam populasi hidup. Hasilnya adalah jenis yang disebut Heck Cattle, 'diciptakan kembali Aurochs', 'Heck Aurochs', yang dikenakan kemiripan lengkap dengan apa yang diketahui tentang fisiologi aurochs liar atau


    6.Caspian Tiger (punah sejak 1970)

       
    Harimau Kaspia atau harimau Persia adalah barat subspesies harimau, ditemukan di Iran, Irak, Afghanistan, Turki, Mongolia, Kazakhstan, Kaukasus, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan sampai itu rupanya menjadi punah di tahun 1970-an. Dari semua harimau dikenal dunia, harimau Caspian adalah yang terbesar ketiga.
    Tubuh subspesies ini cukup gempal dan memanjang dengan kaki kuat, cakar lebar yang besar dan cakar yang luar biasa besar. Telinga yang pendek dan kecil, dan memberikan penampilan yang tanpa bulu di ujung. Sekitar pipi harimau Caspian ini didukung berbulu dan sisanya dari bulu yang panjang dan tebal. Pewarnaan itu mirip yang dari harimau Bengal. Harimau jantan Caspian sangat besar dan berat 169-240 kg. Wanita yang tidak besar, dengan berat 85-135 kg. Masih ada klaim sesekali dari harimau Kaspia yang terlihat.

    5.Rusa Irlandia: rusa terbesar yang pernah hidup (punah sekitar 7.700 tahun yang lalu)
     
    The Elk atau Rusa Raksasa, adalah rusa terbesar yang pernah hidup. Ia tinggal di Eurasia, dari Irlandia ke sebelah timur Lake Baikal, selama Late Pleistocene dan awal Holocene. Sisa dikenal terakhir spesies sudah adalah karbon jaman ke sekitar 5.700 BC, atau sekitar 7.700 tahun yang lalu. Rusa Raksasa terkenal untuk ukuran berat (sekitar 2,1 meter atau 7 kaki tinggi di bahu), dan khususnya untuk memiliki tanduk terbesar dari setiap cervid dikenal (maksimal meters/12 3,65 meter dari ujung ke ujung dan beratnya sampai 90 pon).
    Diskusi penyebab kepunahan mereka masih terfokus pada tanduk (bukan pada ukuran tubuh mereka secara keseluruhan), yang mungkin lebih disebabkan dampaknya pada pengamat daripada milik sebenarnya. Beberapa berburu telah disarankan oleh manusia adalah faktor dalam runtuhnya Elk Irlandia seperti itu dengan banyak prasejarah megafauna, bahkan dengan asumsi bahwa ukuran tanduk besar membatasi pergerakan laki-laki melalui kawasan hutan atau bahwa hal itu oleh beberapa lain berarti "maladaptation ". Tetapi bukti overhunting kurang tegas, dan sebagai spesies kontinental, itu akan bersama-berevolusi dengan manusia di seluruh keberadaannya dan mungkin telah beradaptasi dengan kehadiran mereka.

    4.Steller's Sea Cow: the defenseless beast (extinct since 1768)
     
     
    Dahulu ditemukan di dekat pantai Asiatic Laut Bering, itu ditemukan pada pada 1741 oleh naturalis Georg Steller, yang bepergian dengan explorer Vitus Bering. Sapi laut tumbuh sampai dengan 7,9 meter (25,9 ft) panjang dan beratnya sampai tiga ton, jauh lebih besar daripada manatee atau dugong. Hal ini tampak agak seperti anjing laut besar, tetapi forelimbs kokoh dua ekor ikan paus-suka. Menurut Steller, "binatang tidak pernah keluar di pantai, tetapi selalu tinggal di air. Kulitnya hitam dan tebal, seperti kulit sebuah pohon oak tua ..., kepalanya sebanding dengan tubuh kecil ... , tidak memiliki gigi, namun hanya dua tulang putih rata-satu di atas, yang lain di bawah ". Ini benar-benar jinak, menurut Steller.
       
    Fosil menunjukkan bahwa Sapi Laut Steller sebelumnya tersebar luas di sepanjang pantai Pasifik Utara, mencapai selatan ke Jepang dan California. Mengingat kecepatan dengan penduduknya terakhir telah dieliminasi, kemungkinan bahwa kedatangan manusia di daerah tersebut adalah penyebab kepunahan yang lain juga. Masih ada laporan sporadis hewan laut seperti sapi dari daerah Bering dan Greenland, sehingga telah menyarankan bahwa populasi kecil dari binatang dapat bertahan sampai sekarang. Ini tetap sejauh ini belum terbukti.

    3.Tasmanian Tiger (punah sejak1936)
     
     
    Harimau Tasmania adalah marsupial karnivora terbesar dikenal zaman modern. Berasal dari Australia dan New Guinea, diperkirakan telah menjadi punah pada abad ke-20. Hal ini umumnya dikenal sebagai Harimau Tasmania (karena punggungnya yang bercorak belang), dan juga dikenal sebagai serigala Tasmania, dan bahasa sehari-hari yang Tassie (atau Tazzy) Tiger atau cukup harimau saja. Ini adalah anggota yang masih ada terakhir dari genus-nya, Thylacinus, meskipun sejumlah spesies istimewa telah ditemukan dalam catatan fosil datang kembali ke awal Miosen.
     
    Harimau Tasmania punah di daratan Australia ribuan tahun sebelum penyelesaian Eropa benua, tetapi bertahan di pulau Tasmania bersama dengan sejumlah spesies endemik lain seperti Setan Tasmania. Berburu intensif didorong oleh karunia umumnya dipersalahkan atas kepunahan, tetapi faktor penyebab lain mungkin telah penyakit, pengenalan anjing, dan perambahan manusia ke dalam habitatnya. Meskipun secara resmi digolongkan sebagai punah, penampakan masih dilaporkan.

    2.Quagga 
     
    Salah satu hewan paling terkenal Afrika punah, quagga adalah subspesies dari zebra dataran, yang pernah ditemukan dalam jumlah besar di Afrika Selatan Cape Propinsi dan bagian selatan dari Orange Free State. Hal ini dibedakan dari zebra lain dengan memiliki tanda hidup biasa pada bagian depan tubuh saja. Pada bagian pertengahan, garis-garis memudar dan gelap, ruang antar-garis menjadi lebih luas, dan bagian belakangnya adalah coklat polos. Nama berasal dari kata Khoikhoi untuk zebra dan onomatope, yang dikatakan menyerupai panggilan quagga's.
       
    quagga ini awalnya diklasifikasikan sebagai spesies individu, Equus quagga, pada tahun 1788. Selama lima puluh tahun mendatang atau lebih, banyak zebra lain digambarkan oleh naturalis dan penjelajah. Karena variasi yang besar dalam pola mantel (tidak ada dua zebra yang sama), ahli taksonomi yang tersisa dengan sejumlah besar dijelaskan "spesies", dan tidak ada cara mudah untuk mengetahui mana yang merupakan jenis benar, yang subspesies, dan yang hanya alam varian. Jauh sebelum kebingungan ini disortir keluar, quagga sudah diburu ke kepunahan untuk daging, jangat, dan melestarikan pakan untuk saham dijinakkan. The liar terakhir quagga mungkin ditembak di akhir 1870-an, dan spesimen terakhir meninggal di penangkaran pada 12 Agustus 1883 pukul kebun binatang Artis Magistra di Amsterdam.
    Karena kebingungan besar antara spesies zebra berbeda, terutama di kalangan masyarakat umum, quagga sudah menjadi punah sebelum disadari bahwa tampaknya menjadi spesies terpisah. Quagga adalah makhluk punah pertama yang DNA-nya diteliti. penelitian genetik terbaru di Smithsonian Institution telah menunjukkan bahwa quagga sebenarnya bukan spesies yang terpisah sama sekali, tetapi menyimpang dari zebra dataran sangat bervariasi.

    1. Tyrannosaurus Rex (punah 65 juta tahun yang lalu) 
    Tyrannosaurus rex adalah salah satu karnivora tanah terbesar sepanjang masa, berukuran sampai dengan 43,3 kaki panjang, dan 16,6 ft tinggi, dengan perkiraan massa yang berlangsung hingga 7 ton. Seperti tyrannosaurids lain, Tyrannosaurus adalah karnivora berkaki dua dengan tengkorak besar diimbangi dengan ekor yang panjang dan berat. Sehubungan dengan hindlimbs besar dan kuat, Tyrannosaurus forelimbs kecil dan mereka mempertahankan hanya dua angka. 
      
    Fosil T. rex sudah ditemukan di formasi batu Amerika Utara dating ke tiga juta tahun terakhir Periode Cretaceous pada akhir tahap Maastrichtian, sekitar 68,5-65500000 tahun yang lalu, melainkan di antara dinosaurus terakhir untuk ada sebelum acara Cretaceous-Tersier kepunahan. Lebih dari 30 T. rex spesimen telah diidentifikasi, beberapa di antaranya kerangka hampir selesai. Beberapa peneliti telah menemukan jaringan halus juga. Kelimpahan bahan fosil telah memungkinkan penelitian yang signifikan dalam berbagai aspek biologi, termasuk sejarah kehidupan dan biomekanik

    Jumat, 18 Februari 2011

    Inilah 10 Ekosistem Pulau Terunik Di Dunia

    Inilah 10 Ekosistem Pulau Terunik Di Dunia

    Banyak pulau-pulau terpencil di seluruh dunia memiliki beberapa fauna dan flora yang unik di dunia. Beberapa spesies tanaman dan hewan tidak ditemukan di tempat lain dan telah berevolusi khusus.
    Karena pulau-pulau ini menyediakan tempat berlindung dari persaingan ketat yang dihadapi oleh spesies di benua itu, spesies akan berkembang memanfaatkan kondisi yang mereka hadapi.
    Sebagai warisan sejarah evolusi unik, ekosistem ini adalah harta alam yang tak tergantikan. Berikut ini adalah daftar 10 pulau ekosistem yang paling unik di dunia.


    1. Mona Island

    Pulau Mona terletak di tengah Mona Passage dan secara administratif merupakan bagian dari Puerto Rico. Ini adalah yang terbesar dari tiga pulau yang terletak di selat, yang lain adalah Pulau Monito and Pulau Desecheo.

    Pulau ini ditemukan oleh Columbus tahun 1493, selama perjalanannya yang kedua ke Dunia Baru. Pulau Mona telah menjadi cagar alam sejak 1919 dan tak berpenghuni lebih dari 50 tahun.
    Karena topografi dan ekologi yang unik maka Mona, Desecheo dan Monito telah dijuluki sebagai "Kepulauan Galapagos Karibia".

    http://images.travelpod.com/users/bellavita/1.1239569400.mona-island-lagoon.jpg
    Iguana Mona yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, dianggap spesies yang paling spektakuler di pulau itu.
    Sebagai herbivora asli terbesar yang berasal dari ekosistem ini, maka sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara iklim dan vegetasi.
    Pulau ini juga rumah bagi banyak gambar gua yang ditinggalkan oleh penduduk pulau pada masa pra-Columbus.


    2. Sir Bani Yas

    Sir Bani Yas adalah pulau terbesar alam di Uni Emirat Arab. Selama dua dekade terakhir pulau itu telah dirubah menjadi suaka margasatwa oleh oleh penguasa Uni Emirat Arab, Sheikh Zayed.

    Jutaan pohon ditanam dan banyak spesies hewan diperkenalkan ke pulau, termasuk rusa, rhea, jerapah, dan burung unta.
    The Arabian gazelle, jenis kijang, sekarang sudah punah di alam liar, tetapi Sir Bani Yas Island adalah rumah bagi lebih dari 400 ternak yang berkeliaran dengan bebas di pulau itu.


    3. Lord Howe Island

    Lord Howe Island adalah sebuah pulau kecil di Laut Tasman, 600 kilometer (370 mil) timur dari daratan Australia.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHKfgnnFx_m4NgLmJBBDWK0Gm-AKRf7x3ZTJ28xNjgFWuEsjkVHudmK6NUmDuPKOWVB2BjhjRfR7xvrAIqKci6qBIfSxVQNUN0GicX6TM1nQ-wg9i26Vh3uVf3BptIe7ZW0eypxc99YBjc/s400/Lord+Howe+Island.JPG
    Lord Howe Island adalah sebuah contoh luar biasa dari suatu ekosistem pulau yang dikembangkan dari aktivitas gunung berapi bawah laut, memiliki keragaman pemandangan langka, flora dan fauna.
    Hampir setengah dari tanaman asli pulai ini merrupakan endemic. Salah satu yang paling terkenal adalah Howea, yang merupakan anggota genus palm yang dikenal dengan palm kentia dan dapat menjadi tanaman penghias rumah.

    http://desktopnature.com/4951-2/Lord+Howe+Island_+Australia.jpg
    Beberapa juta diekspor setiap tahun yang merupakan sebuah industri besar di pulau itu selain pariwisata. Pulau Lord Howe berpenduduk sekitar 350 orang. Hanya 400 wisatawan yang diizinkan untuk mengunjungi pulau ini pada satu waktu.


    4. Mount Bosavi

    Gunung Bosavi adalah sebuah gunung berapi di Dataran Tinggi Selatan Provinsi Papua New Guinea. Sebuah ekspedisi pada tahun 2009 oleh sebuah tim ilmuwan internasional dan kru televisi dari BBC telah menemukan lebih dari 40 spesies.

    http://lelosusilo.files.wordpress.com/2010/10/tikus-raksasa-mount-bosavi3.jpeg
    Sebelumnya tidak diketahui ketika mereka turun ke kawah dalam Gunung Bosavi dan mengeksplorasi habitat hutan perawan yang dipenuhi kehidupan yang telah berkembang dalam isolasi sejak gunung berapi meletus terakhir pada sekitar 200 000 tahun yang lalu.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsTqngD9mtFKUsYjIVzcLLyCu4KydWNnW_lVrlO2l5nrnFh2SzY4tnjzk57EOZPXBIrCAYyi7pgASiz6sqnIAGA1oVDXK5DUA_Ef3QHX7VBhMq_NFE0Omu6fRjGxZuBy8TGjAZsRLJX_Ha/s400/An-iridescent-Beetle-mount-bosavi-amazing-pictures-nature.jpg
    Spesies yang ditemukan di tempat ini adalah 16 spesies katak, setidaknya 3 ikan, aneka serangga, laba-laba, kelelawar dan seekor tikus raksasa, berukuran 82 cm (32 inci) dari hidung ke ekor dan berat sekitar 1,5 kg.


    5. Ogasawara Islands

    Kepulauan Ogasawara adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 30 pulau subtropis dan tropis, secara administratif merupakan bagian dari Tokyo tetapi terletak sekitar 1.000 kilometer (620 mil) di selatan kota.

    http://humble-traveler.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/ogasawara-islands.jpg
    Sampai 1830, Kepulauan Ogasawara tidak berpenghuni dan disebut "Muninjima" (berarti "pulau tak berpenghuni") yang berubah nama menjadi Bonin Islands.
    Karena mereka telah bebas dari aktivitas manusia sampai saat ini, ekosistem pulau telah dijaga dengan baik. Kepulauan Ogasawara kadang-kadang disebut sebagai Galapagos Timur.

    http://en.japanhotspot.net/feel/photos/importantecosystem/image/ogasawara01.jpg
    Saat ini ada sekitar 2.300 orang yang tinggal di pulau Chichijima dan Hahajima, dan sekitar 17.000 wisatawan mengunjungi pulau-pulau setiap tahun, karena tertarik oleh ekosistem pulau yang unik dan keindahan lautnya.


    6. Mount Roraima

    Sebuah "gunung meja" ditemukan di dataran tinggi Guyana di Amerika Selatan. Tepui yang tertinggi (2772 m/9094ft) dan paling terkenal adalah Gunung Roraima.

    Karena gunung benar-benar diisolasi dari tanah hutan, hampir sepertiga dari spesies tanaman hidup di Roraima berevolusi di sana menjadi bentuk yang unik di dataran tinggi.
    Gunung Roraima telah dibuat terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVo-ArVtBiCg7U3CKfqfiDmCo7pSMBP92XGf7_6h3sFB-byREMb7JrV1axij6kdsJAdhETKq_A02_qDjz_d_wNZkYmHoWsqVdyrqS69GLK7vEj8pBOHTNWXCX4SVkbLqIHS0s_MsIjM4k/s1600/Mount-Roraima.jpg
    Dia menggambarkan pendakian gunung Roraima oleh sebuah ekspedisi untuk mencari tanaman prasejarah dan dinosaurus yang ternyata mereka hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun di puncak gunung.


    7. Christmas Island

    Dinamakan pada 1643 untuk hari penemuan, Christmas Island merupakan wilayah Australia di Samudera Hindia. Pulau ini terletak 2.600 kilometer (1.600 mil) barat laut kota Perth.

    Kota ini memiliki populasi sekitar 1.400 jiwa. Geografis yang terisolasi dan sejarah gangguan manusia yang minimal di pulau menyebabkan endemic yang tinggi di antara flora dan fauna di sana.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuHNKRba00lyhxEYj7VZZp3TnYb5HSWAlnYkGTbryIrCg9SOIFmIR67y1L03vnMF0m5OiVP7uEdbuh4xbM6qT0LUNQKkoPjeb2IxtfC6gPNc4RRD0eNunkgoq_HGi3dTRfxdHLUkNkIfvl/s640/christmasisland05.jpg
    Spesies endemik pulau yang paling terkenal mungkin adalah kepiting merah. Meskipun terbatas pada wilayah yang relatif kecil, diperkirakan bahwa sampai saat ini terdapat 120 juta kepiting merah dapat hidup di pulau itu, sehingga menjadi yang paling melimpah dari 14 spesies kepiting darat di Christmas Island.
    Migrasi massal tahunan kepiting merah ke laut untuk bertelur telah disebut salah satu keajaiban dunia alami dan berlangsung setiap tahun sekitar November.


    8. Socotra

    Socotra atau Soqotra, sebuah daerah di lepas pantai Yaman, adalah sebuah kepulauan kecil dari empat pulau di Samudera Hindia. Pulau terbesar, juga disebut Socotra, mempunyai luas sekitar 95% dari daratan kepulauan.

    Pulau ini sangat terpencil dan terletak sekitar 240 kilometer (150 mil) timur Tanduk Afrika dan 380 km (240 mil) selatan Semenanjung Arab.
    Isolasi waktu geologi di kepulauan Socotra dan panas sengit dan kekeringan telah memberikan kontribusi untuk menciptakan ekosistem yang unik dan menakjubkan.

    http://ajeeiz.files.wordpress.com/2010/07/socotra_island.jpg
    Survei telah mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga dari 800 atau lebih spesies tanaman dari Socotra yang tidak ditemukan di tempat lain.


    9. Komodo National Park

    Taman Nasional Komodo adalah sebuah taman nasional di Indonesia terletak di Kepulauan Sunda Kecil. Taman mencakup tiga pulau utama Komodo, Padar dan Rincah, dan 26 yang lebih kecil.

    Taman ini awalnya didirikan untuk melestarikan Komodo Naga yang unik, kadal terbesar di dunia. Sejak itu tujuan konservasi diperluas untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat.
    Komodo adalah reptil hidup terbesar dan bisa mencapai 3 meter atau lebih panjangnya dan beratnya lebih dari 70 kg. Karena ukuran mereka, kadal ini mendominasi ekosistem pulau di mana mereka tinggal.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFHapdP19Fkfvevrz4WnUryahKpetgulVjbLfPiYKmliwneNdKQiPDnZtngrzyi_SHep9plbtCyvb3dakJ_SymKLAraeE1lc5vlfUjjib5_qdptrvHuLKsDfn0qNXoDPNnUoWhQJ6CqL0/s1600/042509-0547-itineraryre10.jpg
    Meskipun Komodo kebanyakan makan bangkai hewan yang mati, mereka adalah predator tangguh dan juga akan berburu mangsa termasuk burung, dan mamalia.


    10. Galapagos Islands

    Kepulauan Galapagos adalah kepulauan kecil yang termasuk pulau vulkanik di Ekuador di Samudra Pasifik bagian timur. Pulau-pulau yang cukup terpencil dan terisolasi, terletak sekitar 1000 km (620 mil) barat Amerika Selatan.

    http://www.peruluxurytravel.com/images/photos/galapagos/galapagos1.jpg
    Kepulauan Galapagos terdiri dari 15 pulau utama, tiga pulau yang lebih kecil dan 107 pulau batu dan tersebar di sekitar khatulistiwa.
    Kepulauan Galapagos terkenal di duni karena ekosistem yang unik dan pulau yang merupakan sumber inspirasi bagi teori seleksi alam oleh Charles Darwin.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwnbXu3GeU1jJDoyFdW5N61vTb9bCDudlSQikbSp8d_qa1qHTckylevKXxSM007ZfDpR2HX6rREW0EzDFzUC-gl0HrpPB_Z5QSuJei_Bo5MH5337U_amtQtFbGd-Gj-O1YRugM9X9BjDo/s1600/galapagos+island.jpg
    Kura-kura raksasa, singa laut, penguin, iguana laut dan spesies burung yang berbeda semua dapat dilihat dan didekati.
    Kontrol ketat terhadap akses wisata diselenggarakan dalam rangka untuk melindungi habitat alam. Pulau-pulau saat ini menerima rata-rata 60.000 pengunjung per tahun.