• Minggu, 28 Agustus 2011

    Biak - Papua

    LIVE STREAMING (Relay dari Kemenkominfo)







     Lokasi Pengamat: Stasiun Pengamata Dirgantara
      LAPAN, Biak, Jl. Angkasa Trikora,
      Biak
     Koordinat

     Time Zone
    : 136° 6' 4" Bujur Timur,
      1° 10' 36" Lintang Selatan

    :  GMT + 9
     Ketinggian: ~ 54 m
     Tim

    : Agus Setyawan (ITB)
      M. Yusuf, S.Si (ITB) 
      Akhda Afif Rasyidi, S.kom (Kominfo)

    sumber : http://bosscha.itb.ac.id/hilal

    Universitas Pendidikan Indonesia - Jawa Barat

    LIVE STREAMING (Relay dari Kemenkominfo)







    Lokasi Pengamat: Universitas Pendidikan Indonesia
      Bandung
      Jawa Barat
    Koordinat

    Time Zone
    : 107° 35' 25" Bujur Timur,
      6° 51' 43" Lintang Selatan

    : GMT + 7
    Ketinggian: ~ 700 m
    Tim: Yudhistira A. Utama, M.Si (UPI)
      Aldita Amsas (Kominfo)
      Retno Dewiyanti (Kominfo)
      Yahdiansyah (Kominfo)

    sumber : http://bosscha.itb.ac.id/hilal

    Pameungpeuk Garut - Jawa Barat

    LIVE STREAMING (Relay dari Kemenkominfo)







    Lokasi Pengamat: Stasiun Pengamat Dirgantar
      LAPAN
      Pamengpeuk - Garut
      Jawa Barat
    Koordinat

    Time Zone
    : 107° 41' 8" Bujur Timur,
      7° 39' 35" Lintang Selatan

    : GMT + 7
    Ketinggian: ~ 8 m
    Tim: Suhartono, S.E (Kominfo)
      Adriati Setianingrum (Kominfo)
      Aries Kurniawan, ST (LAPAN)
      Lulus Kurniawan (ITB)

    sumber : http://bosscha.itb.ac.id/hilal

    Lampung

    LIVE STREAMING (Relay dari Kemenkominfo)








    Lokasi Pengamat: Jl. Pratu M. Amin, Kel. Kalianda, Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan, Propinsi Lampung
    Koordinat

    Time Zone
    : 105° 14.40'  Bujur Timur,
      5° 14.40'  Lintang Selatan

    :  GMT +7
    Ketinggian: 1  m
    Tim: Dr. Warsito (Universitas Lampung)
      Dr. Dhani Herdiwijaya (Bosscha ITB)
      Drs. Suparjono (Kem. Kominfo)

    Pendiri Paypal Bangun Negara Sendiri

    Peter Thiel, co-founder PayPal dan bekas salah satu penyokong dana Facebook, menginvestasikan dana sebesar USD1,25 juta sebuah proyek 'pulau otopia'.

    Dana sebesar USD1,25 juta telah diinvestasikan oleh Thiel untuk Seasteading Institute, yang ditujukan untuk beberapa negara baru dalam sebuah kapal raksasa menyerupai pulau. Kapal itu sendiri nantinya akan berada di tengah perairan internasional.

    'Pulau bergerak' tersebut, seperti yang ditulis oleh situs Details, akan mencoba ide-ide kepemerintahan libertarian. "Bebas dari regulasi, hukum, dan perangkat norma, berbeda dari negara-negara yang sudah ada. Pertama di pulau tersebut akan dibangun sebuah kota kecil, yang diperkirakan akan dihuni oleh jutaan orang pada tahun 2050," jelasnya.

    Dijelaskan pula di Details bahwa pulau tersebut untuk masa awalnya bakal bisa berpindah, bertenaga diesel, memiliki 12 ribu ton struktur untuk ruangan dan 270 penduduk dengan ide libertarian yang sama. Dilansir melalui Mashable, Kamis (18/8/2011).

    Pimpinan proyek pulau utopia Seasteading Institute adalah Patri Friedman, bekas teknisi Google dan cucu dari Milton Friedman, yang mana merupakan ekonom pemenang Nobel. Friedman berharap dapat meluncurkan pulau bergerak tersebut di pantai San Francisco awal tahun depan.

    Meski terdengar cukup aneh, namun ide-ide untuk mendirikan negara kecil bukanlah sebuah hal yang baru. Salah satu 'negara utopia' yang paling dikenal adalah Principality of Sealand, yang didirikan pada tahun 1967 di dekat pantai Suffolk, Inggris. Principality of Sealand memiliki mata uang, perangko, paspor, dan sertifikat kebangsawanan tersendiri. Populasi penduduk Principality of Sealand saat ini adalah tiga orang.

    Calon Pramugari Garuda Disuruh Bugil?

    Para calon pramugari Garuda Indonesia asal Korea Selatan menuduh maskapai penerbangan Indonesia itu mengharuskan mereka tampil nyaris bugil dan diraba payudaranya dalam medical check-up. Kontan saja, tuduhan tersebut memprovokasi badai kritik.

    Para calon untuk 18 posisi pramugari di Garuda Indonesia itu diminta melorotkan celana dalam mereka guna memeriksa apakah mereka punya tato atau implan payudara, kata seorang calon itu kepada AFP, Rabu (24/8/2011). Calon pramugari itu menolak disebutkan namanya, tetapi ia mengatakan, dirinya masih menunggu kabar apakah ia mendapat pekerjaan itu setelah tes yang dilakukan pada bulan lalu tersebut.

    "Pemeriksaan dengan tangan pada payudara dilakukan karena mereka yang punya implan dapat memiliki masalah kesehatan jika tekanan udara (dalam kabin) turun selama penerbangan," lapor kantor berita Yonhap yang mengutip seorang pegawai Garuda. Pegawai itu menambahkan bahwa awak kabin dilarang memiliki tato dan para pekerja yang direkrut di negara-negara lain, seperti Jepang dan Australia, juga melalui proses serupa.

    Kantor Garuda Indonesia di Seoul membantah sebagian tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa para pelamar tidak harus membuka bra mereka dan para stafnya hanya mengetuk ringan (pada) sisi atas payudara mereka. "Mereka yang lulus pemeriksaan medis mengatakan, mereka tidak merasa malu dengan proses itu," kata pihak Garuda dalam sebuah pernyataan. Garuda menambahkan, telah menjadi hal yang biasa bagi maskapai penerbangan untuk memeriksa apakah para calon pramugari punya tato atau implan di tubuh mereka.

    Namun, tetap saja, langkah itu mencengangkan sejumlah maskapai penerbangan lain dan membuat marah kelompok-kelompok hak-hak perempuan. Mereka menyebut proses itu tidak perlu dan mengganggu. Kim Da-mi, aktivis pada Sexual Violence Relief Centre yang berbasis di Seoul, mendesak lembaga hak asasi manusia Korea Selatan untuk mengambil tindakan. Ia mengatakan kepada AFP, "Saya ingin tahu apakah praktik semacam ini dapat diterima di Indonesia."

    Sementara seorang juru bicara Korean Air, sebuah maskapai penerbangan Korea Selatan, mengatakan, "Kami belum pernah mendengar (pemeriksaan semacam) itu atau dilakukannya pemeriksaan semacam itu terhadap para pramugari." Juru bicara itu menilai tes yang dilakukan Garuda Indonesia "aneh". "Saya ingin tahu, apakah itu berarti bahwa penumpang dengan implan payudara tidak boleh terbang juga," katanya kepada AFP.

    Menurut AFP, persaingan untuk bekerja sebagai pramugari sangat ketat di Korea Selatan. Pekerjaan itu dinilai punya bayaran tinggi dan menjanjikan kesempatan untuk berjalan-jalan. Ribuan perempuan muda Korea Selatan mempersiapkan diri selama bertahun-tahun sebelum melamar pekerjaan tersebut.

    Kristal Langka Tak Terduga di Meteorit

    Peneliti Jepang menemukan kristal seperti opal di sebuah meteor jatuh di Kanada pada 2000. Temuan ini menjadi temuan kristal tak biasa pertama dari benda luar angkasa.

    Ilmuwan dari Tohoku University mengatakan, kristal ini terbentuk di awan debu yang dihasilkan matahari dan planet di tata surya ini pada 4,6 miliar tahun silam. Kristal tak biasa ini memiliki potensi penggunaan yang luar biasa.

    "Kristal Koloidal seperti opal yang terbentuk dari rangkaian partikel tua ini memiliki potensi luar biasa untuk digunakan dalam elektronik baru dan perangkat optik," ungkap peneliti Karsuo Tsukamoto seperti dikutip UPI.

    Formasi kristal di meteorit Tagish Lake ini memiliki beberapa kondisi signifikan hingga bisa terbentuk.

    "Pertama, jumlah solusi air harus pada meteorit untuk membubarkan partikel koloidal,” ujarnya.

    Solusi air harus ditaruh di ruang hampa kecil untuk tempat kristal terbentuk, lanjutnya.

    "Kondisi ini menyatakan, kristal tersebut terbentuk 4,6 miliar tahun silam,” tutupnya seperti dikutip UPI.

    Temuan ini diterbitkan di Journal of the American Chemical Society. [mor]